Forum Bakar dan Pameran Karya Bakaran Tanah Liat “Membakar Tanah Liat Melestarikan Kebudayaan”
Tradisi tanah liat telah lama menjadi bagian dari kebudayaan Nusantara, termasuk melalui sentra gerabah Kasongan di Yogyakarta. Namun, ketersediaan tanah liat di wilayah Kasongan semakin terbatas sehingga para perajin mulai mencari sumber alternatif dari daerah lain. Kondisi ini mendorong perlunya upaya edukasi dan pertukaran pengetahuan mengenai keberagaman sumber daya tanah liat di Indonesia guna mendukung keberlanjutan praktik gerabah dan keramik sebagai bagian dari warisan budaya.
Merespons kondisi tersebut, Dian Hardiansyah bersama Bantuan Pemerintah Fasilitas Pemajuan Kebudayaan oleh Kementerian Kebudayaan: Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X menghadirkan Forum Bakar dan Pameran Karya Bakaran Tanah Liat “Membakar Tanah Liat Melestarikan Kebudayaan” yang berkolaborasi dengan seniman Awang Ridho dan Bakar Tanah Lab. Kegiatan ini mengangkat kesadaran bahwa tanah tidak hanya menjadi sumber daya yang menopang kehidupan manusia, tetapi juga melahirkan pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan yang diwariskan lintas generasi.
Forum Bakar diselenggarakan sebagai ruang diskusi terbuka yang mempertemukan pegiat tanah liat, seniman, perajin, pelaku usaha, serta masyarakat umum untuk bertukar pengalaman dan gagasan mengenai potensi, tantangan, dan masa depan kebudayaan tanah liat. Kegiatan ini berlangsung pada 27 Juni–1 Juli 2026 di Lodji Paris dengan pembukaan pada 27 Juni 2026 pukul 18.30 WIB oleh Dian Lakhsmi Pratiwi, S.S., M.A. Pameran dapat dikunjungi setiap hari pada pukul 10.00–18.00 WIB.