WISATA ARSITEKTUR DI YOGYAKARTA 2025

Rekomendasi

17-Jul-2025

Oleh Ahmad Sulton

Arsitektur tanpa disadari perlahan dirayakan oleh anak muda hari ini yang telah menjadi generasi digital native. Keindahan bangunan menjadi pertimbangan nyata mereka ketika memilih tempat untuk menginap, makan, jalan-jalan, nongkrong, bahkan mungkin hingga urusan peribadahan. Keindahan arsitektur hari ini juga sangat dibutuhkan masyarakat untuk aktualisasi diri melalui foto-foto indah yang akan diunggah di Instagram.

Yogyakarta sebagai kota pariwisata seni memiliki berbagai destinasi wisata arsitektur untuk mengisi liburan musim Lebaran Seni. Mulai dari restoran, homestay, situs heritage, sampai tempat peziarahan. Apakah anda warga seni adalah penikmat arsitektur? Mari berjalan-jalan bersama Jogja Art Weeks menelisik keindahan arsitektur di Yogyakarta.


Goa Maria Sendangsono


Goa Maria Sendangsono merupakan situs ziarah dan wisata religi di Yogyakarta. Para pengunjungnya tidak hanya terbatas warga Katolik maupun Kristiani, berbagai elemen masyarakat bertumpah ruah di sana dengan tujuan spiritual hingga menikmati keindahan arsitekturnya. 

Dirancang oleh Romo YB Mangunwijaya, Goa Maria Sendangsono diwujudkan mengikuti kontur tanahnya yang miring sehingga terdapat sudut-sudut terasering yang menciptakan lanskap berundak-undak. Ornamen, warna dan nuansa visual lainnya sangat harmonis dengan alam sekitar. Kesatuan itu juga terwujud karena Romo Mangun yang dibantu warga sekitar memakai bahan-bahan alam di sana sehingga kepaduan bisa terwujud. Material pijakan disusun secara bertumpuk sampai berlevel-level yang menjadi daya tarik sendiri. Goa Maria Sendangsono beralamat di Desa Banjaroyo, Kec. Kalibawang, Kab. Kulon Progo, Yogyakarta. Buka setiap hari, 24 Jam.


Bale Klegung


Jika ingin menyantap masakan khas pedesaan dengan ditemani suasana alam asri Bale Klegung adalah tempatnya. Terletak di Kalibawang, Kulon Progo, Yogyakarta, Bale Klegung adalah restoran tepi sungai dengan keharmonisan alam yang mengitarinya. Setelah makan, para pengunjung bisa berjalan-jalan di antara rapatnya pepohonan maupun bertelanjang kaki menapaki batu dingin di sungai.

Bale Klegung diarsitekturi oleh Eko Prawoto. Didesain mengikuti kontur tanah secara alami, sebab Eko Prawoto percaya bahwa tanah adalah ihwal berusia purba yang perlu dihormati atas kehadirannya. Bahkan lantai batu bata juga disusun mengikuti nada tanah. Keinginan Eko Prawoto yang ingin mengikuti kontur tanah juga menjadikan Bale Klegung terbagi-bagi dalam beberapa bangunan yang tersebar secara sporadis. Material Bale Klegung didominasi kayu dan bambu yang menjadikannya padu bersama alam sekitar. Di Bale Klegung juga terdapat Museum Benda Biasa yang berisi alat-alat tradisional yang dipakai sehari-hari. Bale Klegung buka setiap Rabu-Senin, buka dari 10.00-19.00.


Lorong Homestay


Lorong Homestay adalah penginapan yang mengajak para pengunjungnya untuk merasakan suasana intim diselimuti kesejukan taman alami di sekelilingnya. Seperti namanya "lorong", penginapan ini menjorok jauh ke dalam, komplek kecil tapi memanjang. Sehingga suasana akan jauh lebih tenang, adapun suara adalah jangkrik di sekitar taman.

Arsiteknya adalah Yoshi Fajar Kresno Murti, dia dalam karyanya ini mengolah lahan sempit, bahan-bahan alami dan material recycle untuk membangun Lorong Homestay. Material kayu reklamasi cukup mencuri perhatian dalam gaya arsitektur Lorong Homestay yang turut menambah nilai artistiknya. Para pengunjung juga akan dimanjakan dengan sirkulasi udara alami, setiap celah sempit dari susunan kayu memungkinkan terjadinya keleluasaan udara yang bahkan Lorong Homestay tidak membutuhkan AC. Hal ini seturut dari gaya arsitektur Yoshi Fajar yang berprinsip Ugahari dalam artian kesederhanaan. Lorong Homestay adalah bagian komplek Galeri Lorong yang juga terdapat galeri seni, coffea shop, warung pecel lele, studio tatto, dan studio arsitek. Beralamat di Kampung Seni Nitiprayan, Kab. Bantul, Yogyakarta.


GIK UGM


Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, menurut laman ugm.ac.id adalah super creative hub pertama yang dikembangkan di Indonesia dan terbesar di Asia Tenggara. Berdiri di lahan seluas 48.760 m2 dengan total luas bangunan 90.000 m2. Di dalamnya terdapat berbagai fasilitas seperti area kelas, perpustakaan, joglo, grand auditorium dan botanical garden rooftop.

GIK didesain oleh Gregorius Supie Yolodi dan Maria Rosantina. Gedung ini bernuansa warna hitam dengan kontras warna hijau dari botanical garden rooftop. Banyak ruang-ruang terbuka di dalam GIK UGM yang dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas oleh mahasiswa hingga warga Yogyakarta mulai dari olah raga, jalan-jalan, hingga swafoto. Bahkan GIK UGM memantik fenomena swafoto baru di Yogyakarta. GIK UGM beralamat di Jl. Persatuan, Sendowo, Sinduadi, Kec. Depok, Kab. Sleman, Yogyakarta. Buka setiap hari, mulai 08.00-20.00 WIB.


Museum Sonobudoyo


Museum Sonobudoyo adalah sebagaimana museum di Indonesia pada umumnya dengan koleksi peninggalan masa lampau yang terdiri dari koleksi geologi, biologi, etnografi, arkeologi, historika dan lain sebagainya. Arsiteknya adalah Ir. Th. Karsten. Karakter arsitek Museum Sonobudoyo adalah hasil penggabungan gaya Eropa dan Jawa. Bisa terlihat bagaimana Karsten memakai bentuk atap rumah joglo yang digabungkan dengan sentuhan gaya modern. Museum Sonobudoyo beralamat di Jl. Pangurakan No.6, Ngupasan, Kec. Gondomanan, Yogyakarta. Buka setiap Selasa-Minggu, buka dari jam 08.00-20.00 WIB.


Bale Kambang Royal Ambarrukmo


Bale Kambang Royal Ambarrukmo merupakan bagian dari kompleks Pesanggrahan Ambarrukmo yang dulu berfungsi sebagai rumah peristirahatan Sultan Hamengku Buwono VII. Bale Kambang secara jenis bangunan adalah gazebo dengan delapan sudut dikelilingi oleh kolam air. Pesona arsitekturnya sangat mewah khas kerajaan. Dengan tambahan kolam di sekelilingnya semakin menambah nilai eksklusif arsitektur Bale Kambang. Jika diperhatikan bangunan Bale Kampang seperti terletak menyendiri, karena memang dulu juga difungsikan sebagai tempat meditasi. Bale Kambang Royal Ambarrukmo beralamat di Jl. Laksda Adisucipto No.62, Tempel, Caturtunggal, Kec. Depok, Kab. Sleman, Yogyakarta. Buka setiap Senin-Sabtu, mulai dari 08.00-16.00 WIB.



Ayo bersama-sama kita menyusuri keindahan arsitektur di Yogyakarta. Wisata seni bangunan yang juga bisa menyemarakan musim Lebaran Seni. Dan tentunya semakin menambah keseruan berwisata di Yogyakarta.