Greenhost, yang hijau yang estetik

Greenhost Boutique Hotel familiar bagi para pecinta seni. Hotel ini menawarkan arsitektur hijau, lanskap yang artistik, lengkap dengan bebauan atsiri di segala sisi. Lokasinya cukup strategis di bilangan Prawirotaman, Yogyakarta, mudah untuk mengakses hiburan lain seperti cafe, kuliner tradisional, pasar dan berbagai situs sejarah seperti Keraton Jogja.

Fasilitas

Rekomendasi
Asyam Ashari

13-Jun-2024

Jl. Gerilya No.629, Brontokusuman, Kec. Mergangsan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 5515

View Maps

Salah satu spot paling ikonik adalah juntaian hijau pohon mint yang jatuh dari atas, dari lantai per lantai, hingga menuju kolam renang yang menyegarkan. Memotret pemandangan dari sisi lobi seperti sebuah ritus “saya sudah di tempat ini, di Jogja.” Greenhost mulanya didirikan oleh Paulus Mintarga, seorang konsultan arsitektur dan lanskap, dan juga CEO Rumah Atsiri Indonesia. 


Greenhost Boutique Hotel memiliki konsep eco-friendly. Selain eksterior hotel penuh dengan tanaman hijau, Greenhost memiliki sikap ramah lingkungan dan berkelanjutan. Hal ini dibuktikan dengan penggunaan beberapa material bekas sebagai ornamen hingga Creative Farming, yaitu kebun hidroponik tempat menanam sayuran yang diolah dan dihidangkan kepada seluruh pengunjung.


Jenis-jenis sayur budidaya hidroponik


Selain fasilitas dengan konsep berkelanjutan, Greenhost juga memiliki banyak fasilitas umum seperti restoran, kolam renang, ruang fitness, spa, meeting room, hingga mushola yang bisa digunakan oleh semua pengunjung, masing-masing ruangnya cukup lapang dan memadai.


Setiap dua hingga tiga bulan, Greenhost memiliki submission program yang menjaring banyak seniman muda untuk memamerkan karyanya di Galeri. Selain bisa memanjakan mata pengunjung, jika ada pengunjung yang tertarik untuk membeli karya-karya dapat menghubungi front office untuk tindak lebih lanjut, bahkan bisa berkenalan dengan senimannya. Greenhost juga sering mengadakan berbagai lokakarya yang diinformasikan secara berkala di instagram @greenhosthotel.


Kami berkesempatan merasakan langsung pengalaman menginap di Greenhost beberapa waktu lalu. Setelah check in, kami mencoba beberapa menu makan siang rekomendasi art restaurant. Tiga menu yang dihidangkan adalah Nasi Campur Bali, Nasi Iga Bakar, dan Steak Tempe. Soal rasa, kami cukup terkejut karena Nasi Campur Bali yang dipadukan dengan kemangi sangat cocok.


Menu makan siang rekomendasi: Nasi Campur Bali, Iga Bakar, dan Steak Tempe


Sate lilit yang merupakan campuran ayam dan udang juga menambah tekstur. Iga Bakar milik Greenhost adalah Iga Bakar paling empuk yang pernah kami rasakan. Ada juga menu vegan berupa steak tempe sebagai alternatif protein. Ketiga menu ini bukan tanpa alasan menjadi andalan di Greenhost, “yang pasti kami suka,” silakan anda sekalian coba. Menjelang sore, kami menikmati senja dengan bersantai dan berenang, rasanya seperti di rumah sendiri.


Keesokan paginya, sebelum sarapan kami memutuskan untuk mengunjungi rooftop. Kami terpukau dengan kebun hidroponik yang membentang sepanjang sisi barat dan selatan lantai teratas. Karena masih pagi, kami juga menikmati kesegaran hujan buatan yang menyirami sayur-sayuran yang ada. Selain itu, terdapat juga informasi tentang berbagai jenis sayur-sayuran yang ditanam di kebun hidroponik tersebut. Seperti daun mint, pakcoy, selada, hingga cabai.


Setelah sarapan, kami menyempatkan diri mengunjungi bangunan baru di sebelah timur, gedung ini terdapat ruang baca, spa dan ruang fitness. Ada juga beberapa karya seni juga dipajang hingga ke gedung baru ini. Seperti lukisan Sosrokartono di sebelah logo Greenhost tepat di samping resepsionis. Lukisan tersebut seperti menjadi spotlight pengunjung sebelum menuju resepsionis. 


Greenhost Boutique Hotel telah bermitra dengan ARTJOG sejak 2016. Heri Pemad, CEO ARTJOG, pernah membersamai program-program pameran Greenhost melalui tata kerja artistik. Ada pun, Ignatia Nilu, kurator ARTJOG, banyak mengawali proses kurasinya di ruang ini. Selain tempatnya yang sangat strategis, dikelilingi oleh banyak galeri dan objek wisata utama Yogyakarta, jaraknya ke Jogja National Museum, tempat ARTJOG berlangsung juga tidak terlalu jauh. Banyak pengunjung ARTJOG yang jadi pelanggan di Greenhost setiap kunjungan mereka ke Yogyakarta.


Vivi Elisabeth, General Manager Greenhost menginformasikan bahwa beberapa banyak seniman mengunjungi Greenhost setiap mereka datang ke Yogyakarta. Tahun ini, Greenhost juga menjadi partner ARTJOG, mereka memfasilitasi penjualan tiket pameran. Greenhost memiliki banyak kamar dengan berbagai tema, dan okupasinya selalu tinggi selama lebaran seni berlangsung. Semoga kamu salah satunya ya!